“Kurikulum Berbasis Cinta: Jangan Direduksi Menjadi Sekadar Administrasi” - diambil dari WA group oleh Bapak Zurni ( pokjawas Nasional)

Hanya sekedar saling mengingatkan saja supaya tidak terjadi miskonsepsi tentang implementasi kbc yg seharusnya dibahas secara komprehensip. Tp ada bbrp di lapangan hanya fokus pada bagaimana menginsersi atau memgintegrasikan kbc dlm modul ajar. 

Untuk itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak boleh direduksi hanya pada urusan teknis pembelajaran seperti RPP, modul ajar apakah value kbc diinsersi atau terintegrasi, atau sekadar metode mengajar. Tapi harus dipahami sebagai roh transformasi pendidikan yang bergerak secara holistik pada lima aspek yang menjadi ekosistem pendidikan yaitu:

1. Kepemimpinan yang welas asih → Kepala madrasah, guru senior, bahkan pengawas harus menjadi teladan cinta. Mereka bukan sekadar pengendali administrasi, tapi inspirator yang menghadirkan kasih, empati, dan keadilan dalam setiap keputusan.

2. Budaya/Iklim Madrasah yang inklusif → Madrasah bukan ruang eksklusif, tapi rumah bersama. Setiap murid, tanpa membedakan latar belakang, merasa aman, diterima, dan dihargai. Tidak ada diskriminasi, tidak ada "murid unggulan vs murid biasa", semua diperlakukan penuh cinta.

3. Pembelajaran yang mendalam → Proses belajar bukan sekadar transfer pengetahuan, tapi penanaman nilai, penguatan karakter, dan pemantik daya cipta. Anak belajar untuk hidup, bukan sekadar mengejar nilai.

4. Manajemen kelas yang humanis → *Disiplin positif* ditegakkan tanpa kekerasan. Guru hadir sebagai fasilitator dan sahabat belajar, bukan penguasa kelas. Relasi guru-murid adalah relasi yang setara dalam kasih.

5. Peran serta orangtua dan masyarakat yang kolaboratif → Pendidikan tidak hanya di ruang kelas. Orangtua dan masyarakat menjadi mitra aktif dalam merawat cinta, menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan anak.

Jika kelima aspek ini berjalan selaras, maka KBC akan menjadi arus utama (mainstream) transformasi pendidikan. Sebaliknya, kalau hanya berhenti di ranah "pembelajaran" saja, KBC akan kehilangan ruhnya dan menjadi dangkal serta administratif.

(Materi di atas sdh pernah kami bahas di podcast MOOC REBORN yang tayang pada tgl 17 september 2025)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Siswa MTsN 10 Jember Lolos Olimpiade Madrasah Indonesia ke Tingkat Provinsi

Mengapa Sulit Mengajak dalam Pembiasaan Ibadah di Madrasah?/Ihsanuddin